
Es batu buatan rumah sering terlihat keruh, berbeda dengan es batu di restoran yang biasanya tampak lebih bening. Hal ini sebenarnya cukup wajar. Penyebab utamanya terletak pada udara, mineral, dan cara air membeku.
Air yang kita gunakan sehari-hari mengandung gas terlarut serta sejumlah mineral. Ketika air mulai membeku, prosesnya biasanya dimulai dari bagian luar lalu bergerak ke tengah. Molekul air membentuk kristal es, sementara udara dan mineral terdorong ke bagian yang belum membeku. Lama-kelamaan, zat-zat tersebut berkumpul di bagian tengah es batu. Hasilnya, muncul warna putih atau keruh yang cukup jelas.
Selain itu, pembekuan di freezer rumah berlangsung dari berbagai arah dan sering kali terlalu cepat. Kondisi ini membuat gelembung udara terperangkap sebelum sempat keluar. Semakin banyak gelembung kecil yang terjebak, semakin keruh tampilan es tersebut. Jadi, warna putih itu tidak selalu berarti airnya kotor.
Air keran juga biasanya mengandung mineral seperti kalsium dan magnesium. Kandungan ini aman dalam jumlah normal, tetapi dapat memengaruhi kejernihan es. Bahkan, air yang sudah direbus belum tentu langsung menghasilkan es bening, meskipun proses perebusan dapat membantu mengurangi sebagian udara yang terlarut.
Kalau ingin membuat es yang lebih jernih, gunakan air matang atau air yang sudah disaring. Setelah itu, biarkan air dingin sebelum dimasukkan ke dalam freezer. Cara lain yang cukup efektif adalah membekukan air secara perlahan dari satu arah, misalnya dengan menggunakan wadah berinsulasi. Metode ini memberi kesempatan bagi udara dan mineral untuk bergerak ke bagian terakhir yang membeku.
Pada dasarnya, es batu keruh tetap aman digunakan selama airnya bersih dan wadahnya higienis. Tampilan keruh lebih berkaitan dengan proses pembekuan daripada kualitas air itu sendiri. Jadi, tidak perlu langsung curiga ketika es di rumah tidak sebening es di iklan.