
Nasi yang disimpan di dalam rice cooker sebenarnya tidak boleh dibiarkan terlalu lama, meskipun fitur warm masih menyala. Secara umum, nasi sebaiknya dikonsumsi dalam waktu sekitar 4–6 jam setelah matang agar rasa, tekstur, dan kualitasnya tetap terjaga. Beberapa rice cooker mungkin mampu menjaga nasi tetap panas lebih lama, tetapi itu tidak berarti nasi pasti aman disimpan selama seharian penuh.
Masalahnya bukan hanya nasi yang menjadi kering atau menguning. Nasi yang sudah matang dapat mengandung spora bakteri Bacillus cereus. Spora tersebut dapat bertahan setelah proses memasak, kemudian berkembang apabila nasi terlalu lama berada pada suhu yang kurang panas. Makanan panas idealnya dipertahankan pada suhu sekitar 60°C atau lebih agar pertumbuhan bakteri dapat ditekan.
Karena itu, nasi yang berada di rice cooker lebih dari 12 jam sebaiknya tidak langsung dianggap aman hanya karena masih terasa hangat. Apalagi kalau rice cooker sering dibuka, listrik sempat mati, atau fungsi penghangatnya tidak bekerja dengan stabil. Dalam kondisi seperti itu, suhu nasi dapat turun dan masuk ke wilayah yang mendukung pertumbuhan bakteri.
Tanda nasi sudah tidak layak dimakan biasanya berupa bau asam, tekstur yang sangat lembek atau berlendir, warna yang berubah, serta rasa yang aneh. Namun, nasi yang terlihat normal juga belum tentu bebas dari bakteri. Jadi, jangan hanya mengandalkan bau.
Kalau nasi tidak akan segera dimakan, lebih baik pindahkan ke wadah kecil, dinginkan dengan cepat, lalu masukkan ke lemari es. Jangan membiarkan nasi pada suhu ruangan lebih dari 2 jam, atau 1 jam jika kondisi ruangan sangat panas.
Nasi yang disimpan di kulkas sebaiknya dimakan secepat mungkin. Pedoman yang lebih berhati-hati menyarankan nasi dikonsumsi dalam 24 jam dan hanya dipanaskan kembali satu kali hingga benar-benar panas merata.
Jadi, untuk kebiasaan sehari-hari, usahakan nasi di rice cooker habis dalam 4–6 jam. Kalau sudah semalaman dan kondisinya meragukan, lebih aman dibuang daripada mengambil risiko sakit perut.