
Charger terasa panas saat digunakan karena proses mengubah arus listrik dari stopkontak menjadi tegangan yang sesuai untuk perangkat. Dalam batas tertentu, kondisi ini normal.
Beberapa penyebab charger menjadi panas antara lain:
- Pengisian daya cepat
Fast charging bekerja dengan daya yang lebih tinggi sehingga menghasilkan panas lebih banyak. - Perangkat digunakan sambil mengisi daya
Bermain gim, menonton video, atau menjalankan aplikasi berat membuat charger bekerja lebih keras. - Suhu ruangan terlalu panas
Mengisi daya di tempat tertutup, terkena sinar matahari, atau di atas kasur dapat menghambat pelepasan panas. - Kabel atau charger tidak sesuai
Charger palsu, berkualitas rendah, atau tidak kompatibel dapat bekerja tidak stabil dan cepat panas. - Komponen mulai rusak
Kabel terkelupas, konektor longgar, atau usia charger yang sudah lama dapat meningkatkan suhu.
Kapan charger panas masih dianggap normal?
Charger yang terasa hangat tetapi masih bisa disentuh umumnya masih normal. Jika mulai sangat panas, segera hentikan penggunaan dan periksa kembali kondisi charger. Namun, hentikan pemakaian apabila charger:
- Terlalu panas hingga sulit dipegang
- Mengeluarkan bau terbakar
- Menimbulkan suara mendesis
- Berubah warna atau meleleh
- Sering membuat pengisian terputus
- Mengeluarkan percikan listrik
Cara mencegah charger terlalu panas
Gunakan charger asli atau produk bersertifikasi, letakkan charger di permukaan yang keras dan terbuka, hindari menutupinya dengan kain, serta jangan gunakan perangkat secara berlebihan saat sedang diisi daya. Cabut charger setelah tidak digunakan.
Jadi, charger yang sedikit hangat merupakan hal wajar. Namun, panas yang berlebihan dapat menandakan masalah pada charger, kabel, stopkontak, atau perangkat.
Bermanfaat sekali informasinya 👍👍