Setelah mandi lama, berenang, atau mencuci piring, ujung jari tangan dan kaki sering berubah keriput seperti kismis. Selama bertahun-tahun, banyak orang mengira kulit keriput karena menyerap terlalu banyak air. Ternyata, penjelasannya lebih menarik: keriput itu diatur oleh sistem saraf.
Bukan Sekadar Kulit yang Menyerap Air
Lapisan kulit terluar memang bisa menyerap air dan sedikit mengembang. Namun, jika hanya itu penyebabnya, seharusnya semua orang mengalaminya dengan cara yang sama. Kenyataannya tidak begitu. Sejak tahun 1930-an, dokter mengamati bahwa jari yang saraf penghubungnya rusak tidak menjadi keriput meskipun direndam lama. Temuan ini menunjukkan bahwa keriput melibatkan kerja saraf, bukan hanya proses penyerapan air.
Bagaimana Keriput Terbentuk?
Saat jari terendam beberapa menit, sistem saraf otonom, yaitu bagian saraf yang bekerja otomatis tanpa kita sadari, memberi sinyal kepada pembuluh darah di ujung jari untuk menyempit. Penyempitan ini disebut vasokonstriksi. Akibatnya, volume jaringan lunak di bawah kulit sedikit berkurang, sementara luas kulit di atasnya tetap. Kulit yang “kelebihan” tadi pun tertarik ke dalam dan membentuk lipatan.
Proses ini biasanya mulai terlihat setelah sekitar lima menit berendam di air hangat. Di air yang lebih dingin, keriput biasanya muncul lebih lambat.
Kenapa Hanya di Jari Tangan dan Kaki?
Kulit di ujung jari dan telapak kaki memiliki lapisan luar yang tebal serta banyak kelenjar keringat. Para ilmuwan menduga air yang masuk melalui saluran keringat mengubah keseimbangan garam di kulit dan memicu saraf untuk bereaksi. Bagian tubuh lain tidak memiliki susunan kulit yang sama, sehingga tidak ikut keriput.
Untuk Apa Jari Keriput?
Salah satu dugaan yang populer adalah fungsi cengkeraman. Lipatan di jari dianggap bekerja seperti alur pada ban kendaraan: membantu membuang air sehingga jari bisa memegang benda basah dengan lebih mantap. Sebuah penelitian di Inggris pada 2013 menemukan peserta dengan jari keriput lebih cepat memindahkan benda basah dibandingkan saat jarinya tidak keriput.
Meski begitu, penelitian lain belum selalu menemukan hasil yang sama. Jadi, fungsi ini masih berupa dugaan kuat, belum kesimpulan pasti.
Kapan Perlu Waspada?
Jari keriput setelah berendam adalah hal normal dan akan hilang sendiri. Namun, jika jari sering keriput tanpa terkena air, hal itu bisa berkaitan dengan dehidrasi atau kondisi kesehatan tertentu. Jika disertai keluhan lain, sebaiknya periksakan ke dokter.
Kesimpulan
Jari keriput setelah berendam bukan karena kulit “kebanyakan air”, melainkan reaksi yang diatur sistem saraf. Pembuluh darah di ujung jari menyempit, jaringan di bawah kulit mengecil, dan kulit membentuk lipatan. Dugaan terkuatnya, keriput ini membantu kita mencengkeram benda di kondisi basah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah air laut membuat jari lebih cepat keriput?
Justru sebaliknya. Jari biasanya lebih cepat keriput di air tawar dibandingkan air laut yang asin.
Berapa lama jari keriput akan hilang?
Biasanya hanya beberapa menit sampai sekitar setengah jam setelah tangan kering, karena aliran darah ke ujung jari kembali normal.
Baca Juga
- Kenapa Suara Sendiri Terdengar Aneh saat Direkam?
- Kenapa Nyamuk Lebih Sering Menggigit Orang Tertentu? Ini 5 Penyebabnya
- Kenapa Langit Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sederhananya