
Pintu kulkas biasanya terasa sulit dibuka setelah baru saja ditutup karena perubahan tekanan udara di dalam ruang kulkas. Saat pintu dibuka, udara hangat dari luar masuk ke dalam. Setelah pintu ditutup kembali, udara di dalam ruangan mulai terasa dingin. Udara yang menjadi lebih dingin akan menyusut, sehingga tekanan di dalam kulkas menjadi lebih rendah dibandingkan dengan tekanan udara di luar.
Perbedaan tekanan inilah yang membuat pintu seperti tertahan atau tersedot dari dalam. Udara dari luar sebenarnya menekan pintu kulkas agar tetap rapat. Semakin baik kondisi karet pintunya, biasanya efek tersebut semakin terasa karena hampir tidak ada celah yang memungkinkan udara masuk dengan cepat.
Selain tekanan udara, karet magnet pada bagian pinggir pintu juga memengaruhinya. Karet ini dirancang agar pintu menutup rapat dan udara dingin tidak mudah keluar. Jika pintu baru saja ditekan hingga tertutup, magnet pada karet tersebut masih melekat dengan cukup kuat. Akibatnya, ketika ditarik kembali, pintu terasa lebih berat daripada biasanya.
Kondisi ini umumnya normal dan bukan pertanda bahwa kulkas rusak. Setelah menunggu beberapa detik, tekanan udara di dalam dan di luar kulkas akan mulai seimbang melalui saluran atau celah udara yang sangat sempit. Pintu pun biasanya lebih mudah dibuka.
Namun, apabila pintu tetap sangat sulit dibuka dalam waktu lama, sebaiknya periksa kondisi karetnya. Karet pintu bisa saja terlalu lengket karena terkena tumpahan minuman, sisa makanan, minyak, atau kotoran. Bersihkan bagian tersebut menggunakan kain lembut yang dibasahi air hangat, lalu keringkan.
Sebaiknya jangan membuka pintu dengan menariknya terlalu keras. Selain dapat merusak pegangan, kebiasaan ini juga dapat membuat karet pintu cepat longgar. Tunggu sebentar, lalu tarik perlahan. Jadi, pintu kulkas yang sulit dibuka setelah baru ditutup sebenarnya merupakan akibat sederhana dari perubahan suhu, perbedaan tekanan udara, dan daya rekat karet magnet.